Kemenhub Wajibkan Ada Hepa Filter di Pesawat Jemaah Haji Di Masa Pandemi

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto Raharjo menjelaskan tentang transportasi penerbangan yang bakal digunakan untuk ibadah haji, waktu ini udah tidak ditunaikan pembatasan. Kapasitas pesawat dapat diisi secara maksimal dan tidak ada pembatasan jarak.

Sebagai gantinya, sistem skrining sebelum masuk ke di dalam pesawat jadi lebih diperketat. Selain itu, armada pesawat yang bakal membawa para penumpang juga harus disempurnakan dengan HEPA Filter atau High- Efficiency Particulate Air.

“Tahun ini kita mengabaikan pembatasan pasti saja Ini mengalami suatu sistem diawali dari filtering penumpang masuk hingga dengan penumpang itu dilayani di bandara dan di luar keputusan yang kita membuat dengan dengan Satgas kita belajar juga dari teman-teman yang lain yang mengerti memang jikalau di transportasi hawa di kabin pesawat kita dapat sampaikan safe karena mereka memakai teknologi khusus filtering hepa. Jadi aliran udaranya pun tidak mirip dengan yang ada di mobil,” kata Novie, waktu rapat kerja dengan DPR dengan Kemenag RI, Senin 15 Maret 2021.

 

Novie mengatakan, dengan Hepa filter ini, aliran hawa bakal terjaga dengan baik dan juga tidak sebabkan droplet menyebar. Filter Hepa jadi syarat khusus untuk pesawat yang bakal mengangkut jemaah haji.

“Jadi aliran hawa berputar dari atas ke bawah agar droplet ini tidak berhambur keluar secara horizontal. Tetapi tapi tersedot masuk ke filter hepa. Pesawat kita untuk Airbus 330 punya Garuda maupun yang dimiliki Saudi kita persyaratkan harus punya Hepa jikalau tidak tidak diperkenankan untuk memuat 100 % (penumpang,” ujarnya

 

Nove menambahkan, Keselamatan dan Keamanan merupakan perihal yang terlampau diutamakan. Untuk itu tak hanya filtering, sistem skrining juga makin lama diperketat.

“Jadi nanti kita yang menanggung dari segi keselamatan layanan dan keamanan tebtu saja bakal kita berikan yang terbaik untuk rakyat Indonesia,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut bisa saja untuk diselenggarakannya ibadah haji tetap terbuka. Sebab waktu ini baik di Indonesia maupun di Arab Saudi, penanganan Pandemi tetap dilakukan.

Kami optimis bisa saja diselenggarakannya haji th. ini tetap terbuka. Hal ini ditandai dengan udah ditunaikan vaksinasi di Saudi sebagaimana juga di Indonesia di dalam rangka menanggulangi pandemi COVID-19,” kata Yaqut di Gedung DPR, Senin 15 Maret 2021

 

Sejauh ini,kata Yaqut, Otoritas Arab Saudi juga udah tunjukkan bakal membuka penerbangan internasional pada 17 Mei 2021. “Situasi ini lebih positif dibandingkan th. lalu yang menutup penerbangan luar negeri, tak jikalau selama musim haji 2020,” ujarnya

Meskipun, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, belum beri tambahan kepastian mengenai penyelenggaraan haji th. 1442H/2021M, tapi Pemerintah tetap mengusahakan laksanakan persiapan.

Kemenag juga tetap laksanakan berbagai usaha diplomasi dengan berbagai otoritas tentang Arab Saudi seperti Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Menteri Urusan Haji dan Umrah, Arab Saudi serta lembaga-lembaga tentang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *