Inilah Tujuan Penggunaan Pinjaman yang Diperbolehkan Dalam Aturan Perbankan

Dalam dunia perbankan, ada beberapa produk yang diluncurkan untuk dipergunakan oleh masyarakat. Salah satu produk perbankan yang banyak diminati masyarakat adalah layanan kredit. Layanan atau fasilitas kredit merupakan fasilitas pembiayaan dalam bentuk utang yang diberikan kepada masyarakat khususnya nasabah instansi terkait untuk digunakan sesuai dengan kesepakatan.

Di Indonesia instansi resmi yang menyediakan layanan ini diantaranya adalah bank dan koperasi. Layanan kredit ini dapat diperoleh masyarakat melalui proses pengajuan yang diajukan oleh masyarakat setelah menjadi nasabah dari instansi terkait. Saat mengajukan kredit, nasabah harus memberikan informasi rencana penggunaan kredit tersebut kepada pihak bank atau koperasi.

Namun tentu tidak semua rencana penggunaan kredit bisa disetujui. Berbeda dengan fasilitas pinjaman online yang saat ini mulai tenar di masyarakat, produk kredit di instansi resmi hanya bisa digunakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Jenis penggunaan kredit yang biasanya disetujui oleh instansi resmi keuangan diantaranya adalah KPR (Kredit Pemilikan Rumah), kegiatan usaha, dan biaya pendidikan.

Selain ketiga tujuan pembiayaan diatas, jenis kredit yang digunakan bisa disesuaikan dengan rencana tujuan penggunaan yang telah disusun. Jika kredit yang diajukan akan digunakan untuk kebutuhan yang mendesak, ada baiknya jika nasabah mengajukan kredit secara online menggunakan aplikasi-aplikasi yang sudah bisa di akses melalui telepon genggam. Namun jika nasabah tidak ingin mengajukan kredit online, nasabah bisa mendapatkan fasilitas pinjaman menggunakan jaminan.

Beberapa instansi seperti pegadaian mampu memberikan fasilitas kredit dalam waktu yang cepat selama nasabah mampu memberikan jaminan berupa harta-harta berharga dalam bentuk surat atau barang. Selain kebutuhan yang mendesak, fasilitas kredit juga bisa digunakan untuk biaya pernikahan. Saat ini bahkan ada beberapa instansi yang menyediakan fasilitas kredit khusus untuk biaya pernikahan.

Dalam aturan perbankan, nasabah diperbolehkan menentukan sendiri tujuan penggunaan kredit yang diajukan selama rencana penggunaan tersebut tidak bertentangan dengan aturan. Selama rencana penggunaan kredit yang diajukan sesuai dengan aturan, maka kemungkinan kredit yang diajukan nasabah pasti disetujui.

Jika Anda ragu mengajukan kredit dengan rencana penggunaan yang dimiliki kepada instansi resmi, maka Anda bisa mengajukan rencana kredit anda melalui aplikasi pinjaman online yang legal dibawah OJK. Merencanakan tujuan penggunaan kredit dengan baik dapat membantu Anda memperbaiki kehidupan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close