47 Pekerja Hendak Mudik ke Ponorogo, Bus Akhirnya Putar Balik

Info Kalteng – Sebanyak 47 orang warga Ponorogo yang bekerja di Jakarta hampir lolos dari penyekatan mudik Lebaran 2021.

47 orang warga Ponorogo yang berupaya mudik dengan bus pariwisata Laksmi Langgeng bernomor plat AE 7052 UP ini terjaring pada pas ditunaikan kontrol di Pos Penyekatan Exit Tol Ngawi.

Awalnya, petugas menghentikan bus, lantas meminta surat kelengkapan, di antaranya surat hasil rapid atau surat bebas Covid-19. Selain itu, petugas terhitung menanyakan surat tugas dari perusahaan area para penumpang ini bekerja.

Semula kernet bus, bernama Heri Sukanto kepada petugas menjelaskan bahwa busnya mempunyai rombongan karyawan pabrik dari Jakarta menuju Ponorogo untuk kepentingan kerja.

Ia terhitung menunjukan surat keterangan dari perusahaan yang mempekerjakan para karyawan yang menaiki bus tersebut.
Namun, pas petugas menanyakan hasil rapid tes atau surat bebas Covid para penumpangnya, ia tak mampu menujukan. Ia cuma menunjukan empat surat hasil rapid milik kru bus, terhitung miliknya.

“Saya dari Jakarta, rombongan karyawan PT Prospera Mandiri Utama, kan cabangnya ada di Ponorogo,” kata Sukanto.

Ia mengaku menjemput para karyawan ini di kawasan pabrik di Jakarta. Sebelum masuk lokasi ke Jawa Tengah, busnya terhitung sudah di check petugas di lokasi Cikarang, dan diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

“Masuk tol di Cikarang penyekatan, diperiksa, tapi kami kan ada surat jalannya, boleh jalan,” ujarnya.

Sebelumnya, petugas sempat meminta agar para penumpang bus meniti kontrol rapid tes di pos. Namun, baru lima orang yang diperiksa, petugas selanjutnya meminta kepada penumpang lagi ke Jakarta, karena ternyata para penumpang semuanya beralamat KTP di Ponorogo, dan hendak pulang atau mudik di Ponorogo.

Namun, pas petugas menanyakan hasil rapid tes atau surat bebas Covid para penumpangnya, ia tak mampu menujukan. Ia cuma menunjukan empat surat hasil rapid milik kru bus, terhitung miliknya.

“Saya dari Jakarta, rombongan karyawan PT Prospera Mandiri Utama, kan cabangnya ada di Ponorogo,” kata Sukanto.

Ia mengaku menjemput para karyawan ini di kawasan pabrik di Jakarta. Sebelum masuk lokasi ke Jawa Tengah, busnya terhitung sudah di check petugas di lokasi Cikarang, dan diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

“Masuk tol di Cikarang penyekatan, diperiksa, tapi kami kan ada surat jalannya, boleh jalan,” ujarnya.

 

Sebelumnya, petugas sempat meminta agar para penumpang bus meniti kontrol rapid tes di pos. Namun, baru lima orang yang diperiksa, petugas selanjutnya meminta kepada penumpang lagi ke Jakarta, karena ternyata para penumpang semuanya beralamat KTP di Ponorogo, dan hendak pulang atau mudik di Ponorogo.
Penumpang bernama Nur Aini ini pun tak mampu menjawab pertanyaan tersebut. Ia cuma diam pas ditanya keperluannya di Ponorogo.

 

Kasatlantas Polres Ngawi, terhitung sempat naik ke dalam bus dan menanyakan kepada para penumpang, tentang dengan kepentingan mereka ke Ponorogo. Namun, tak satupun penumpang yang menjawab.

“Ini berapa jumlahnya, 47 ya? Untuk kalian semua, ini kan posisi, aslinya kalian Ponorogo semua? Trus di Jakarta dalam rangka apa, kerja? Coba aku tanya, di Jakarta kerja, iya? Trus obyek ke Ponorogo untuk mudik? Iya, ha? Ke Ponorogo untuk apa? Alamat Ponorogo semua, silakan habis ini bus berkenan aku putar balikan,” kata AKP Imam kepada seluruh penumpang bus.

 

Para penumpang bus kelihatan kecewa, lebih dari satu kelihatan ketakutan. Mereka semuanya diam pas ditanya oleh Kasatlantas Polres Ngawi yang naik ke dalam bus.

Akhirnya, sehabis dijelaskan, kernet dan sopir bus tidak membantah dan memutar balik bus ke arah Jawa Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *